Ibu RT

Belajar menjadi ibu rumah tangga,hahahahaha kemaren-kemaren kemana aja…:) Ya, karena baru aja ngalamin dirumah selama 3 minggu setelah 5 tahun ini…not bad.

Ini juga belum bener-bener jadi ibu rt, krn sambil numpang dirumah orang…setelah semua selesai, mudah-mudahan bisa dicoba lagi deh jadi ibu rumah tangganya yang agak bener 🙂

Doakan saya!

Advertisements

Angka dobel!

Angka dobel, mudah-mudahan rejeki dobel juga…hari ini tepat hari jadi siKancil…sudah dewasa dia, sudah semakin tidak mengharapkan kado. Ditanya maunya apa pun, ia merasa sudah cukup dengan apa yang dimilikinya sekarang…duuuh Kancil, selain itu memang pernyataan baik, tapi kan agak nyusahin, semakin bingung kasih kado apa yang terbaik…

Hasilnya, setelah kado sudah diterima, eeeh Kancil ternyata pengen kado DVD Iron Maiden live in Germany…duuuh kalo dari awal kan jadinya ga sebanyak ini dapet kadonya….hahahaha namanya juga Kancil…suka lupa 😉

Tapi hidup bersamanya hampir sebelas tahun ini membuat sadar bahwa dirinya tidak pernah menjadi ‘lupa’, ia masih menjadi dirinya yang sama dengan segala kekurangan dan kelebihan yang dimilikinya, menjadi dirinya yang semakin mampu menunjukkan ‘gigi’nya *iniKancilatoKelincisiih*

Selamat ulang tahun, semoga Allah SWT selalu memberikan perlindungan kepadamu Ncil..

Setahun sudah!

Perjalanan saya menjadi guru sudah dilalui setahun ini…Cukup puas dengan kinerja saya walaupun dengan pengalaman yang minim, saya termasuk guru yang cukup baik. Pekerjaan ini terasa menyentuh saya, jiwa saya sepertinya ada disitu.

Yang saya akui ternyata saya tidak cukup lihai untuk kembali beradaptasi dengan situasi yang sama sekali baru dengan yang saya jalani selama ini, ada saja hal-hal yang tidak pas, yang membuat saya memaksa diri untuk tetap menjadi diri sendiri. Hasilnya, cukup baik.

Pada awalnya terasa terisi disatu sisi dan terasa kosong disisi yang lain, apakah memang selalu seperti itu ya, dimanapun pilihan yang kita ambil disitu pula resiko baru muncul, hanya berat tidaknya resiko tergantung bagaimana kita menanggapinya.

Sekarang disaat saya mulai merasa siap, ternyata saya dihadapi lagi dengan tantangan baru. Semoga saja ini bagian dari cara untuk meningkatkan kualitas diri saya, proses saya untuk kembali ‘sekolah’.

Pilihan Lain

Ketika kita berdoa untuk menjadi orang yang sabar dan kuat, kita diberikan banyak cobaan untuk melatih kesabaran dan kekuatan kita, banyak orang menyadari itu, tapi tiba-tiba menjadi lupa akan doanya sendiri…termasuk saya..

Ketika kita meminta petunjuk-petunjuk untuk meringankan langkah kita, kita tidak cukup peka untuk melihat petunjukNya…termasuk saya..

Ketika kita diberikan banyak pilihan, supaya kita bisa lebih menjadi manusia yang bertanggung jawab, yang kita pilih hanya yang menyamankan kita, bukan yang lebih meningkatkan keimanan kita…termasuk saya..

Ketika kita berjanji untuk mensyukuri apapun yang kita dapatkan, begitu hasilnya menyenangkan kita terlalu lupa untuk bersyukur dan terlalu sedih untuk bersyukur jika hasil tidak menyenangkan…termasuk saya..

Ketika kita menjadi sangat sombong karena yakin akan keputusan yang kita ambil kita menjadi lupa bahwa ada diriNya yang membantu kita untuk memilih…

Teeza

Pertama kali mendengar berita itu sudah beberapa jam berlalu dari kejadian, dan berita yang diterima kondisi kamu tidak terlalu parah. Saya kaget sekaligus langsung lega. Tapi saya langsung mencari-cari berita diinternet maupun tv, ternyata kejadian itu cukup menggemparkan.

Keesokkan harinya, berita yang diterima begitu menyakitkan, rasanya seperti ditinggal pergi, seperti disakiti dan ditinggalkan, saya tidak bisa berpikir jernih, tidak bisa berpikir positif, setiap saya berpikir hanya hasil memilukan yang keluar dari pikiran-pikiran saya.

Ketika kamu dan rekan kamu harus kehilangan salah satu dari anggota badannya, saya dan banyak orang lain tidak bisa berbuat banyak selain hanya doa.

Kecelakaan yang menimpa kamu dan rekanmu meninggalkan bekas yang cukup dalam buat banyak orang, kami semua disini berdoa untuk kesembuhan, dan sekalipun untuk yang terbaik yang Allah SWT akan pilihkan untukmu. Saya menyerah kepada Allah SWT, saya tidak lagi mampu mencari jalan keluar yang lebih baik untuk kamu, hanya tanganNya yang mampu mengatasi, itu akhir dari doa saya.

Hari ini, Jumat ini, Ia memutuskan untuk mengurangi kesakitanmu, dengan memanggilmu lebih cepat, Ia si Maha Pencemburu, cemburu melihat kamu ditangisi, didoakan, diperhatikan banyak orang, disayang banyak orang, Ia ingin memiliki kamu lagi untuk selamanya.

Kesedihan saya berkurang, mungkin kesedihan yang lain juga, bukan…bukan karena kami senang kamu pergi, bukan kami tidak mau ikut membantu kamu nanti…kami hanya bisa merasakan bahwa kamu memang akan lebih baik jika bersamaNya…Selamat jalan Teeza Ariaputra, kami selalu mendoakanmu…Terima kasih Ya Rabb, kami relakan ia bersamaMu, terima kasih Engkau menyadarkan kami lagi dan menunjukkan kebesaranMu melalui Teeza…

Kasih

Tahun ini tidak ada perayaan hari kasih sayang bersama dengan teman-teman, agak sedikit kangen dengan situasi itu…

Sedikit merayakannya dengan mendampingi anak-anak mengikuti lomba, tidak banyak memberikan ‘rasa’, tapi kedekatan fisik saya didekat mereka, sepertinya memberikan rasa percaya diri yang cukup baik.

Sementara rasa kasih yang masih menyisa dihati dan pikiran hari ini memberikan kesempatan buat saya dan keluarga sendiri dengan pergi bersama dan ngobrol tanpa arah yang sering kami lakukan 🙂 Kebersamaan ini selalu menjadi hal favorit yang saya lakukan.

Have a nice valentine’s day, I did get lots of love, you?

Harapan

Hari ini adalah setahun pertama saya menjalani tahun ke-30…tidak terlalu banyak perubahan selama setahun ini, selain waktu yang terus berlalu…ada satu hal yang cukup besar terjadi, saya mendapatkan pekerjaan yang selama paling tidak 10 tahun terakhir saya idam-idamkan.

Ternyata tidak mudah mendapatkannya, dan setelah didapatkannya tidak mudah juga menjalaninya.Dibutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk beradaptasi, apakah karena cukup menantang atau karena usia yang tidak terlalu muda untuk beradaptasi dengan situasi baru. Tetapi paling tidak saat ini, harapan untuk bisa mempertahankan perasaan semangat ini masih ada.

Harapan lain yang ingin segera dicapai ditahun ini adalah mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan klan dalam keluarga kami, doakan ya 🙂

Usaha lainnya

Ketika bagi sebagian besar orang hidup itu penuh perjuangan, ketika bagi sebagian lainnya hidup itu penuh kemudahan, disaat yang bersamaan mereka mengambil keputusan untuk mengambil resiko dalam hidup yang akan ditemuinya nanti yang mungkin akan dibutuhkan lebih banyak perjuangan..

Empat Delapan

Jadi, setelah kejadian itu, kami memutuskan untuk melengkapinya…sekitar setahun kemudian kami hidup bersama.

Hari ini kebersamaan kami dalam ikatan itu, terasa spesial dengan tidak adanya ucapan, tidak adanya senyum satu hari, tidak adanya bahasa hati….kami masih belajar, memang kadang tidak terasa seindah dongeng, tapi kami tetap memutuskan untuk terus belajar untuk terus menjadi lebih baik…semoga.

Walapun hari ini tidak seindah yang diharapkan, tapi rasa tetap sama 😉

Pilihan

Buat beberapa orang lebih senang memilih dekat dengan keluarga dengan penghasilan yang biasa, buat sebagian yang lain memilih bekerja jauh dari keluarga dengan penghasilan yang cukup luar biasa.

Karena pernah ada seseorang yang saya kenal, ia tidak mau pindah bekerja ke luar negeri untuk mendapatkan penghasilan yang ‘waah’ melebihi yang ia terima selama ini, ketika banyak sekali koleganya yang pindah. Ia memiliki anak-anak yang sudah bisa ditinggal jauh. Tapi pilihannya untuk tetap bertahan, karena ia merasa cukup, merasa besar karena perusahaan itu (walau perusahaan itu tidak bisa memberikan yang terbaik, yang seharusnya), merasa kehilangan waktunya untuk bisa berkumpul bersama keluarga, merasa tidak mau kehilangan untuk terus melihat perkembangan anak dan seluruh sanak saudaranya….

Sehingga beberapa waktu yang lain, rekan-rekan koleganya yang memilih untuk hengkang, membenarkan pilihannya, pilihan untuk tetap tinggal.

Sebuah dilema memang, jika pilihan baik untuk hengkang ada didepan mata, disaat yang lain kita juga berpikir apakah meninggalkan negeri sendiri dimasa sulitnya demi kebahagiaan kita sendiri membuat kita menjadi manusia yang kurang bersyukur?

Tapi mungkin juga bukan sebuah dilema, karena pilihan yang benar adalah selalu merasa cukup dan bersyukur, membuat pilihan berdasarkan hal yang paling tidak enak untuk dipilih berarti kita mampu melawan hawa nafsu.