My “Partner”‘s Wedding

Hari ini, akhirnya salah satu keinginan mereka terjadi, hari ini pernikahan yang sudah direncanakan cukup lama, penuh perjuangan keringat, hati dan kesabaran, terjadi dengan indahnya…Allah memberikan hal-hal baik kepada orang-orang baik.

Saya tidak menjadi seksi sibuk dalam pernikahan teman dekat seperti biasanya, saya tidak terlibat dalam kepanitiaan dan segala printilan yang biasa saya lakukan ketika teman dekat saya menikah. Saya sendiri meminta maaf tidak membantu banyak dalam persiapannya, dan tidak menawarkan diri pula dalam membantu persiapannya.

Ketika beberapa hari yang lalu ia mengatakan, “kamu memang terlihat tidak membantu persiapan pernikahan saya, tapi kamu selalu ada disamping saya sejak awal, menjadi tempat saya menumpahkan segalanya”. “Aah ternyata saya bisa berfungsi yang lain juga bagi teman saya dalam persiapan pernikahannya”, pikir saya.

Karena aktivitas yang hampir setiap hari kami lakukan bersama, ternyata perkenalan kami yang masih seumur jagung tidak menyurutkan kedekatan hati saya dengan dirinya. Saya pun ikut menghitung hari-hari menjelang pernikahannya, ikut deg-degan, ikut khawatir.Β Mulai dari acara adat dimalam sebelum pernikahan, akad nikah, hingga syukuran, perasaan saya ikut terlibat, ikut lega perlahan-lahan.Β Semua acara berlalu, rasa bahagia dan hati ini rasanya tentram sekali, I am happy, very happy for you Dila-Rayi!

Advertisements

‘Tumpah’

Beberapa bulan berlalu, tulisan-tulisannya hanya muncul di kepala, tidak pernah tertulis di atas keyboard komputer maupun di atas kertas. Awalnya terasa biasa saja, tidak terlalu berpengaruh, hingga beberapa kali mengalami ‘salis = sakau menulis’ dan masih terus tidak diperdulikan.

Hingga kepala rasanya sangat penuh. Setelah dibaca, mungkin hasil tulisan-tulisannya sederhana, membingungkan dan tidakbermakna lebih bagi yang lain, tetapi tidak bagi si empunya pikiran, menumpahkan hampir seluruh isi pikiran merupakan salah satu jalan untuk berkomunikasi, paling tidak dengan jiwa sendiri.

Tidak semua insan dapat menuliskan apapun yang dirasakannya, tidak juga menceritakannya kepada insan lain, mereka mungkin dapat menumpahkan isi pikiran mereka dengan cara yang berbeda-beda, dari membuat kreasi seni, menari, berolah raga, makan (nah yang ini mungkin sering terdengar), dan masih banyak lagi cara-cara lainnya.

Berkomunikasi adalah sebuah kebutuhan setiap insan, jika mengalami kesulitan menumpahkannya, banyak yang pada akhirnya memilih untuk berkomunikasi dengan diri sendiri, bicara dengan jiwa sendiri. Ketika sudah tidak mampu bicara dengan diri, keputusan terakhir adalah tidak memperdulikan apapun yang pikiran suarakan. Oh..jelas ini kadang bisa menjadi bentuk baik tetapi juga bisa menjadi bentuk penumpukkan yang menyebabkan depresi…

Hingga dalam suatu masa, sebuah kejadian menyentuh terjadi, seorang anak perempuan usia 6 tahun tidak mampu merangkai kata untuk mengungkapkan perasaan dan pikirannya, hingga kepercayaan dirinya menjadi rendah dan seringkali membuat orang lain disekitarnya merasa kesal karena tidak mudah dipahami dan memahami anak tersebut. Setelah di perhatikan, ternyata ia tidak memiliki konsep berbahasa yang benar, ia mempelajari beberapa bahasa di usianya yang terlalu muda, hingga ia memiliki kebingungan bahasa.Β Alangkah frustrasinya anak tersebut.

Orang dewasa disekitarnya harus membantu si anak untuk berkomunikasi dengan satu bahasa, bahasa ibu yang didukung oleh lingkungan sekitarnya, hingga perlahan ia mampu memperbaiki caranya dalam berkomunikasi. Apapun cara yang ditempuh untuk menumpahkan isi pikiran, lakukanlah dengan lebih benar, benar bagi jiwa yang mengalaminya. Karena di dalam jiwa-jiwa yang kuat terdapat insan-insan yang sehat.

Selamat ‘menumpahkan’!!

Kompromi

Sepanjang bulan ini terasa pendek dan juga panjang…

*kelamaan jd draft,lupa mau nulis apa*

Ok…lanjut, beberapa bulan ini terasa pendek dan juga panjang, pendek karena hampir tidak terasa beberapa bulan ini dilewati, panjang karena ternyata banyak hal yang telah dilalui.

Beberapa bulan terakhir terasa berbeda, terasa berat sekaligus menguatkan, terasa berat sekaligus sederhana, terasa memenuhi sisi-sisi kosong tulang belulang sekaligus meniupkan udara segar didalamnya…ya…agak berlebihan yah?

Tidak ada yang bisa dibagi disini kecuali bagaimana dalam beberapa bulan terakhir menghadapi diri sendiri sangatlah luar biasa rasanya, kata-kata berkompromi yang seringkali secara pribadi disebut-sebutkan, di propagandakan harus ditelan oleh seluruh tubuh dan berefek besar terhadap peran ego yang selama ini sangat mengagungkan dirinya.

Pendek kata, menjadi diri sendiri dengan berbagai macam ikatan yang melekat seumur hidup menjadi perkara mudah ketika memang sudah waktunya.

Menjadi sehat raga karena sehat pikiran adalah pilihan πŸ˜‰

Farewell

Ada tiga perpisahan yang mengesankan terjadi dalam hidup saya. Yang pertama ketika saya harus meninggalkan negara yang selama setahun lebih menjadi begitu mengikat hidup saya, kedua; ketika harus meninggalkan kantor yang selama lima tahun membesarkan saya, dan yang terakhir kisah perpisahan yang terjadi hari ini, ketika salah satu ‘malaikat’ kecil dikelas akan pindah, berkesan, karena ucapan-ucapan dan pelukan-pelukan yang mungkin akan cepat terlupakan bagi mereka, terlihat begitu murni,tulus dan indah….air matapun tak kuasa dibendung oleh beberapa wajah cilik dan orang dewasa sekalipun yang melihatnya….

Selamat melanjutkan cita-citamu Mikayla

L.I.M.A

Lumayan banyak aral melintang didepan, rencana-rencana, Alhamdulillah dimudahkan, itu yang dialami selama sebelas tahun kebersamaan kami…

Semakin hari, tidak semuanya semakin mudah, rencana-rencana kami semakin menjadi teka-teki, proses kebersamaan masih tetap menjadi adaptasi…

Di depan mata masih banyak yang akan dialami, direncanakan, dijalani, hasilnya…ditunggu saja…ada yang Maha Menentukan…

Terimakasih untuk kelima tahun yang berwarna ini…

Shoebox Project #5 with Love

30 Oktober 2010 yang lalu, shoebox project melaksanakan kegiatan yang ke 5, dan kegiatan ini untuk pertama kalinya saya ikuti, pertama kalinya sukarelawannya lebih banyak, pertama kalinya keluar kota, pertama kalinya kami bermalam πŸ™‚

Bekerja bersama masyarakat dan anak-anak lingkungan sekitar yang menjadi korban gempa di Pengalengan Jawa Barat, kami mengecat meja kursi dan membuat dekorasi kelas sambil bersenang-senang.

Kegiatan ini tidak hanya menyisakan hasil yang mudah-mudahan bermanfaat bagi semuanya, tetapi juga menyisakan kenangan bertemu sahabat-sahabat baru yang menyenangkan.

Dari hal kecil yang kita perbuat memberikan tidak hanya rasa bahagia bagi yang menerima, tapi juga bagi yang memberikannya, itu sepenggal pesan yang dirasa dapat dari kegiatan shoebox project ke-5 ini.

Sampai ketemu dikegiatan shoebox project berikutnya πŸ™‚

September

Banyak momen-momen bersama teman yang terasa begitu indah dibulan ini…

ketika tidak sabar untuk memberikan ucapan spesial kepada seorang sahabat,

ketika memulai awal-awal periode perkuliahan,

ketika pertama kali berkenalan dengan beberapa orang yang mengisi kehidupan saya yang baru ditempat itu,

ketika kembali memastikan lamarannya,

ketika momen keluarganya banyak yang terjadi dibulan ini,

ketika harus segera kembali dari negeri itu,

ketika memutuskan untuk memberikan kejutan besar bagi dua orang yang sulit sekali saya kejutkan dan saya berhasil,

ketika bertemu sahabat-sahabat Asia yang baru,

ketika harus siap-siap menyiapkan event besar kantor lama,

ketika bertemu lebaran Idul Fitri beberapa kali *waktunya mudik*,

ketika

ketika menyadari setiap lagu yang berhubungan dengan tema ‘September’ sangat banyak, ada yang sedih dan senang πŸ˜€

ketika sadar sebentar lagi akan bertemu libur lebaran πŸ™‚

ketika membaca pesan di YM:

friend: Morning Putri
friend: How r u?
friend: Yep I remember d song
friend: πŸ™‚
BUZZ!!!
me: πŸ™‚
BUZZ!!!
friend: Hi
friend: πŸ™‚
me: the car is safe
BUZZ!!!
me: huh
friend: What u mean?
me: car
friend: I dont hv car yet
me: play’ matthew
me: :))
friend:
me: ha ha ha ha
me: bye
me: ha ha ha ha ha ha ha ha

itu sepenggal obrolan dari seorang teman di Vietnam dengan seorang murid yang sangat cerdas yang diam-diam menggunakan id saya πŸ˜€

Ya, jadi awal bulan ini sungguh ceria!!! Selamat datang September πŸ˜€

Kepergian yang lain

Dini hari itu, dikejutkan dengan berita yang menginformasikan; kami kehilangan salah satu anggota keluarga besar, Bu De Mien kami pergi untuk selamanya, dan inilah kepergian yang kedua dalam keluarga kami, setelah Mbah Kung.

Bu De terlihat sehat, sedikit kurang prima karena beliau sudah tidak muda. Setelah memaksa untuk tetap pergi mengunjungi salah satu anaknya diluar negeri sana, dengan kondisinya tiba-tiba semakin menurun, Bu De pergi untuk selamanya.

Meninggalkan kami semua, ibu, suami, anak, cucu, adik, ponakan, teman dan seluruh handai taulan, untuk lebih dulu menikmati peluk kasih penciptaNya.

Selamat jalan Bu De…

nama poethree

*tibatibateringat*

Sebelum nikah, ada dua orang sahabat, satu perempuan dan satu laki-laki yang cukup atau bisa dibilang sangat dekat.

Khusus untuk sahabat laki-laki, memberikan beberapa kesan dalam kebersamaan dengannya, dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya. Salah satunya adalah menuliskan nama poethree untuk beberapa hasil corat coretnya di file kuliah, sejak itu saya menjadikan nama itu sebagai banyak aktivitas terutama virtual.

Sahabat hidup saya banyak memberikan kesan, pesan dan pengalaman hidup yang berharga. Untuk kamu diluar sana, saya sudah memaafkan, semoga kamu bisa menjadi manusia yang lebih benar.

Doa Diam-Diam

Alhamdulillah, anak-anakku kali ini kalem-kalem, mudah-mudahan seterusnya ya nak…biasanya sih diawal-awal emang kalem, naah berikutnya itu yang bikin ‘olah raga’…tapi teteup menyenangkan dikelilingi anak-anak.

Kalau anak kami nanti kalem juga ga yaah…ada kok titisan darah kalemnya…hihihihihi…

Doakan doong, kami juga pengen niih, paling tidak dengan usaha dan doa, kami sudah melakukan yang terbaik, hasil akhir kan sudah ada yang menentukan πŸ˜‰

*numpang* Selamat hari jadi ke-33 emak bapak!!