Pilihan

Buat beberapa orang lebih senang memilih dekat dengan keluarga dengan penghasilan yang biasa, buat sebagian yang lain memilih bekerja jauh dari keluarga dengan penghasilan yang cukup luar biasa.

Karena pernah ada seseorang yang saya kenal, ia tidak mau pindah bekerja ke luar negeri untuk mendapatkan penghasilan yang ‘waah’ melebihi yang ia terima selama ini, ketika banyak sekali koleganya yang pindah. Ia memiliki anak-anak yang sudah bisa ditinggal jauh. Tapi pilihannya untuk tetap bertahan, karena ia merasa cukup, merasa besar karena perusahaan itu (walau perusahaan itu tidak bisa memberikan yang terbaik, yang seharusnya), merasa kehilangan waktunya untuk bisa berkumpul bersama keluarga, merasa tidak mau kehilangan untuk terus melihat perkembangan anak dan seluruh sanak saudaranya….

Sehingga beberapa waktu yang lain, rekan-rekan koleganya yang memilih untuk hengkang, membenarkan pilihannya, pilihan untuk tetap tinggal.

Sebuah dilema memang, jika pilihan baik untuk hengkang ada didepan mata, disaat yang lain kita juga berpikir apakah meninggalkan negeri sendiri dimasa sulitnya demi kebahagiaan kita sendiri membuat kita menjadi manusia yang kurang bersyukur?

Tapi mungkin juga bukan sebuah dilema, karena pilihan yang benar adalah selalu merasa cukup dan bersyukur, membuat pilihan berdasarkan hal yang paling tidak enak untuk dipilih berarti kita mampu melawan hawa nafsu.

One Reply to “Pilihan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s