Marah

Pernah tidak marah sampai terasa ke ubun-ubun *kata orangtua dulu* ? Biasanya apa sih penyebabnya? 

Trus, apa yang dilakukan untuk melampiaskannya? 

Saya, biasanya kalau terasa sebegitu marahnya *murka* pencapaian terakhirnya adalah menangis, bukan, bukan saya cengeng, tapi itu pelampiasan saya. Setelah itu, langsung reda deh marahnya. Kalau kamu?

Advertisements

2 Replies to “Marah”

  1. kalo gue? masa ga tau sih? inhale n exhale dengan A Mild pastinya …:D

    eh eh serius ya? mm gue mending sendiri, diam, menenangkan diri gue, mungkin nanti akan nangis juga ..mungkin hanya diam sambil menghela nafas panjang ..
    yg paling paten sih ..eh lagi serius nih..ambil wudhu n ‘ngadep’, asli! itu ngebantu banget 🙂

    Like

  2. sama mb.. aku juga nangis.
    tapi sebel, kadang sm cowok2 nangis dibilang “senjata” kita.
    padahal itu pelampiasan.. huh.
    daripada ngamuk, situasi bisa lebih gawat, mendingan nangis kan?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s