tyfc

Pertama kali ada temen bilang ‘thank you for calling”, gue langsung ke ge eran, karena gue pikir kok sbegitunya yaa dia ama gue, apalagi saat itu yang ngomong adalah seseorang yang lagi gue suka. Eh, abis itu ada seseorang yang lain lagi yang bilang bgitu dan lagi-lagi gue seneng banget…

Sampai suatu hari dosen gue yang sangat penuh kharisma dan orang yang sangat serius, bilang hal yang sama, ‘thank you for calling’ ,abis itu gue senyum-senyum penuh ke malu an….ternyata oh ternyata…itu adalah bagian dari tata krama yaa….hihihihihihi..jadi bukan berarti….

Tapi..tapi..tapi…beneran lhoo, dua orang pertama yang selalu bilang ‘thank you for calling’, adalah bener dia seneng gue telpon (apa karena gue yang bayar ya…hahahahahaha)…dan demi keikutsertaan gue di dunia internasional, setelah gue terima telpon, gue bilang ‘thank you for calling’. *wink wink*

The Past

My friend wrote this: Do you really think that we should actually keep in touch with the past? ;)

My other friend wrote this: I’ll never encourage people to live in the past. It’s a big no no. However, remembering some sweet memories could make you smile and cheer sometimes. Keeping in touch with past is actually the expression.

I wrote this: Saya besar dari masa lalu, saya tidak lagi hidup dengan masa lalu, saya hanya berusaha menghargai apa yang telah lalu…is it too much?