LuPa

LUPA, seringkali kita lupa akan banyak hal. Dari sekedar lupa dengan barang bawaan, lupa akan janji, lupa akan komitmen. Lupa mungkin bisa juga dikategorikan sebagai ketidaksadaran sesaat juga jangka menengah dan panjang. Secara umum lupa sudah dimaklumi banyak orang. Secara khusus lupa atau kealpaan memberikan banyak pembelajaran bagi seseorang. Pembelajaran akan manajemen waktu dan pikiran, kepedulian, perhatian dan mungkin masih banyak lagi.

Kita bisa lupa akan sebuah kesabaran yang sedang kita latih, lupa untuk bisa selalu berada dalam jalur, lupa untuk menjadi seseorang sesuai tujuan, harapan, cita-cita dan keinginan yang sudah kita niatkan, yang sudah kita rencanakan.

Hal ini tidak sedikit terjadi dalam kehidupan gue pribadi. Refleksi selalu menjadi tema semua tulisan gue sejak lama, proses pembelajaran jangka panjang, kadang tidak luput dari kealpaan/LUPA! Segera setelah ingat, tersadar, selalu dicari jalan keluar, sebuah perbaikan.

Merasa bersalah sudah pasti menjalar, penyesalan selalu datang belakangan. Tapi akhir-akhir ini tidak hanya perasaan, tapi pikiran gue pun sudah bisa mengingatkan, seharusnya lebih jitu, lebih berhasil menghentikan hal yang tidak diinginkan. Tapi apa yang terjadi, kesadaran dikuasai NAFSU. Kalau sudah begini ‘RED ALERT’, harus dilakukan instropeksi darurat. Keluarkan sementara semua perasaan supaya logika bisa berjalan sendiri. Setelah konsisten, dipadukan dengan perasaan. DONE!!! Kesadaran muncul. Nafsu terkendali!!

Tersadar akan pentingnya ‘lupa’ sebagai justru pengingat kita terhadap hal lain yang lebih baik di waktu yang akan datang. Sekali lagi ‘proses pembelajaran’.

Terima kasih atas semua kesadaran yang selalu pop-up dipikiran-pikiran ini. Semoga bisa lulus dengan baik.

Advertisements